Komitmen Transparansi: Lapas Bukittinggi Asah Profesionalisme Pengadaan Barang/Jasa Lewat CoP Inovatif

2 menit membaca
DODI AFRIANDI. S.Sn
Berita Terkini, News - 13 Mar 2026

Bukittinggi – Era pemerintahan yang akuntabel dan transparan menuntut setiap instansi untuk terus berinovasi dalam tata kelola, tak terkecuali dalam aspek pengadaan barang dan jasa. Menjawab tantangan ini, jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bukittinggi menunjukkan komitmen luar biasa dengan keikutsertaan aktif dalam gelaran Community of Practice (CoP) Pengadaan Barang/Jasa KOMPAK-PRIMA Seri I.

Kegiatan penting ini, yang diselenggarakan langsung oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia melalui Sekretariat Jenderal, menjadi sorotan karena fokusnya pada peningkatan kompetensi. Peserta dari Lapas Bukittinggi yang terlibat bukan main-main, meliputi Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), hingga staf PPK, menandakan keseriusan institusi dalam memahami setiap lini proses pengadaan.

CoP ini dirancang sebagai platform dinamis untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman berharga di antara para pengelola pengadaan barang dan jasa di seluruh lingkungan kerja. Dalam suasana kolaboratif, para peserta diajak untuk menggali lebih dalam regulasi terbaru, mempelajari mekanisme yang efisien, dan mengadopsi praktik-praktik terbaik yang telah teruji dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Antusiasme yang ditunjukkan oleh KPA, PPK, dan staf PPK Lapas Bukittinggi menjadi cerminan nyata dari tekad mereka untuk mengukuhkan profesionalisme. Lebih dari itu, partisipasi ini juga merupakan bentuk janji untuk senantiasa menjunjung tinggi akuntabilitas dalam setiap rupiah yang dibelanjakan untuk kepentingan publik dan operasional lapas.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bukittinggi, Bapak Nanang Rukmana, menegaskan urgensi dari inisiatif semacam ini. Menurut beliau, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya di ranah pengadaan barang dan jasa, adalah pilar utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, dan akuntabel. Ini selaras dengan visi besar Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

“Investasi dalam peningkatan SDM seperti ini bukan sekadar kewajiban, melainkan kebutuhan mendesak untuk memastikan setiap proses pengadaan berjalan sesuai koridor hukum dan etika,” ujar Bapak Nanang, menekankan pentingnya peran setiap individu dalam menjaga integritas pengadaan.

Dengan bekal pemahaman yang lebih mendalam mengenai prosedur dan prinsip-prinsip pengadaan barang dan jasa, jajaran Lapas Bukittinggi diharapkan dapat menjadi garda terdepan. Mereka dituntut untuk menjalankan tugas dan fungsi pemasyarakatan secara lebih efektif, efisien, dan profesional.

Pada akhirnya, kegiatan CoP ini bukan hanya tentang transfer ilmu, melainkan juga tentang membangun ekosistem kerja yang lebih solid. Diharapkan, seluruh pihak yang terlibat dapat mengimplementasikan pengetahuannya demi tercapainya pengelolaan anggaran yang optimal dan pelayanan publik yang prima, yang pada gilirannya akan mendukung integritas sistem pemasyarakatan secara keseluruhan.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *