
Bukittinggi, 22 Maret 2026 — Suasana khidmat menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bukittinggi pada Minggu (22/3) pagi, saat gema takbir menggema dari dalam tembok tinggi. Ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) bersama petugas melaksanakan Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah di lapangan dalam Lapas, menandai perayaan yang berlangsung aman, tertib, dan penuh kebersamaan.
Sejak subuh, barisan saf telah terbentuk rapi. Para WBP mengenakan pakaian terbaik yang mereka miliki, berdiri berdampingan dengan petugas. Khutbah Idul Fitri yang disampaikan dengan pesan keikhlasan dan perbaikan diri menambah kekhusyukan, sementara suasana kekeluargaan terasa kuat meski perayaan berlangsung di balik jeruji.
Momentum hari kemenangan ini juga menjadi panggung penyerahan Remisi Khusus (RK) Idul Fitri bagi WBP yang telah memenuhi syarat administratif dan substantif sesuai peraturan perundang-undangan. Bagi banyak warga binaan, remisi bukan sekadar pengurangan masa pidana, melainkan pengakuan negara atas perubahan perilaku positif yang mereka tunjukkan selama menjalani pembinaan.
Berdasarkan data resmi, sebanyak 372 warga binaan Lapas Kelas IIA Bukittinggi memperoleh Remisi Khusus Idul Fitri 1447 H. Rinciannya: 42 orang menerima remisi 15 hari, 262 orang menerima remisi 1 bulan, 39 orang memperoleh remisi 1 bulan 15 hari, dan 27 orang mendapat remisi 2 bulan. Dua warga binaan bahkan memperoleh Remisi Khusus II sehingga langsung bebas pada hari itu juga.
Kepala Lapas Kelas IIA Bukittinggi, Nanang Rukmana, menegaskan bahwa remisi bukanlah hadiah cuma-cuma. “Ini bentuk kepercayaan dan penghargaan dari negara kepada warga binaan yang telah berupaya memperbaiki diri,” ujarnya usai penyerahan simbolis surat keputusan remisi. Ia menekankan bahwa penilaian dilakukan ketat berdasarkan perilaku, kedisiplinan, dan keaktifan mengikuti program pembinaan.
Nanang berharap pemberian remisi dapat menjadi pemicu semangat bagi seluruh WBP untuk terus menjaga perilaku baik, disiplin, dan berpartisipasi aktif dalam seluruh program pembinaan—mulai dari keagamaan, keterampilan, hingga pendidikan. Menurutnya, perubahan tidak terjadi seketika, tetapi konsistensi dalam pembinaanlah yang membuka jalan reintegrasi.
Bagi keluarga yang menunggu di luar, kabar remisi dan kebebasan dua warga binaan menjadi penanda harapan baru. Beberapa di antara mereka menyambut dengan haru ketika nama kerabatnya dibacakan, sementara suasana di dalam Lapas tetap kondusif sejak awal hingga seluruh rangkaian selesai.
Pelaksanaan Sholat Idul Fitri dan penyerahan remisi tahun ini berjalan lancar dan aman. Lapas Kelas IIA Bukittinggi menegaskan komitmennya mewujudkan sistem pemasyarakatan yang humanis, menekankan pembinaan sebagai inti, serta membuka ruang bagi warga binaan untuk kembali ke masyarakat dengan bekal perubahan nyata.

dirgantaraku.com | jamgadangnews.com | bukittinggi.top | redakta.xyz | sentral.cfd | bukittinggiku.my.id
Tidak ada komentar