TRENDING

Nyawa di Atas Segalanya, RSAM Bukittinggi Pangkas Birokrasi Layanan Darah hingga Nol Jaminan

3 menit membaca
DODI AFRIANDI. S.Sn
Berita Terkini, News - 20 Mei 2026

BUKITTINGGI – Keluhan warga soal ribetnya prosedur darah di rumah sakit akhirnya dijawab tegas. Direktur RS Dr. Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi drg. Busril, MPH langsung turun tangan, membeberkan empat kebijakan kunci yang memastikan pelayanan darah bebas sekat birokrasi. Prinsipnya satu: nyawa pasien tidak boleh tertahan urusan administrasi.

Jalur Cepat 24 Jam untuk Pasien Kritis
Busril menegaskan RSAM menjalankan sistem fast-track khusus pasien gawat darurat. Begitu stok darah di Unit Transfusi Darah (UTD) RSAM kosong, rumah sakit otomatis mengaktifkan jalur khusus ke PMI. Mekanisme ini sudah diikat MOU, sehingga tim medis bisa langsung fokus menyelamatkan pasien tanpa terhambat proses birokrasi.

Tanpa Uang Jaminan, Semua Sudah Di-cover BPJS
Isu uang jaminan ditepis habis. Manajemen memastikan tidak ada pungutan jaminan untuk layanan darah. Biaya pengolahan darah (BHP) sebesar Rp490.000 sudah terintegrasi penuh dalam sistem penjaminan. Biaya itu mencakup skrining infeksi dengan teknologi mutakhir dan pengemasan standar tinggi. “Semua ter-cover BPJS maupun kontribusi tahunan RSAM ke PMI,” tegas Busril. BPJS Bukittinggi pun membenarkan pernyataan Direktur tersebut.

Standar Internasional Lindungi Pasien dari Hepatitis & HIV
Mutu jadi harga mati. RSAM memakai peralatan canggih dan dokter ahli untuk memastikan setiap kantong darah steril dari penyakit menular seperti Hepatitis dan HIV. RSAM tidak pasif menunggu donor datang. Rumah sakit aktif jemput bola ke kampus, instansi pemerintah, swasta, dan komunitas lewat aksi donor darah rutin demi menjaga stabilitas stok.

Perbaiki Komunikasi, Sikat Habis Praktik Calo
Busril mengakui ada evaluasi internal yang sedang berjalan. Fokusnya: meningkatkan kompetensi komunikasi terapeutik petugas medis agar interaksi dengan pasien dan keluarga lebih sejuk dan humanis. Di sisi lain, RSAM menyatakan perang terbuka terhadap calo darah. Segala bentuk komersialisasi darah akan ditindak tegas karena mencederai nilai kemanusiaan.

Transparansi Biaya: Rp490.000 Bukan Pungutan Mendadak
Soal biaya BHP Rp490.000, Busril meluruskan bahwa itu bukan tagihan tambahan yang muncul tiba-tiba. Angka itu sudah masuk dalam skema penjaminan INA-CBG, yaitu sistem pembayaran metode paket oleh BPJS Kesehatan kepada rumah sakit. Transparansi prosedur dan biaya, kata dia, adalah kunci utama membangun kepercayaan publik.

RSAM: Kami Tidak Cari Untung dari Darah Pasien
“Pelayanan di RSAM Bukittinggi terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat,” ujar Busril. Ia menekankan orientasi rumah sakit bukan pada untung rugi. Fokus RSAM adalah memastikan masyarakat mendapat pelayanan kesehatan yang berkualitas, aman, transparan, dan responsif terhadap sisi kemanusiaan.

Stok Aman Butuh Partisipasi Warga Bukittinggi
Agar jalur cepat untuk pasien kritis tidak tersendat, RSAM terus menggencarkan kerja sama donor darah. Busril mengajak warga Bukittinggi dan sekitarnya aktif berpartisipasi. Stok yang stabil membuat penanganan darurat bisa berjalan tanpa kendala. Ia juga membuka pintu pengaduan selebar-lebarnya. “Kalau ada info karyawan kami yang tidak ramah, laporkan langsung ke kami,” ungkapnya.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x