Lapas Bukittinggi Genjot Mutu Pembinaan WBP Lewat Monev PKBM, Kasubsi Bimaswat Turun Langsung Cek Kualitas Pendidikan

2 menit membaca
DODI AFRIANDI. S.Sn
Berita Terkini, News - 17 Apr 2026

Bukittinggi — Komitmen Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bukittinggi dalam meningkatkan kualitas pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) kembali dibuktikan lewat langkah konkret. Kali ini, Lapas Bukittinggi menggelar monitoring dan evaluasi (monev) terhadap program Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang menjadi tulang punggung pembinaan pendidikan di dalam lapas.

Kegiatan monev tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Sub Seksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Kasubsi Bimaswat) beserta jajaran. Fokus utamanya adalah memastikan seluruh rangkaian program pendidikan bagi WBP berjalan optimal, terarah, dan tetap berada di jalur standar yang telah ditetapkan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

Tim monev tidak hanya melakukan pemeriksaan di atas kertas. Mereka turun langsung meninjau proses kegiatan belajar mengajar di kelas, mengecek tingkat kehadiran peserta didik, hingga memverifikasi kelengkapan administrasi PKBM. Pendekatan ini dilakukan agar evaluasi yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan.

Tak berhenti pada aspek teknis, tim juga membuka ruang dialog bersama WBP yang menjadi peserta program. Sesi ini dimanfaatkan untuk menggali kendala yang dihadapi selama mengikuti pembelajaran, sekaligus mendengar langsung kebutuhan mereka agar proses pendidikan bisa lebih efektif dan relevan.

Kasubsi Bimaswat menegaskan bahwa monev bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan instrumen penting untuk menjaga mutu. “Melalui monitoring dan evaluasi ini, kita dapat mengetahui sejauh mana efektivitas program PKBM yang berjalan, serta melakukan perbaikan jika ditemukan kendala di lapangan,” ujarnya saat ditemui di sela kegiatan.

Hasil dari monev ini akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi Lapas Kelas IIA Bukittinggi. Tujuannya jelas: meningkatkan kualitas pembinaan ke depan agar setiap WBP dapat memperoleh hak atas pendidikan secara maksimal selama menjalani masa pidana, tanpa terkecuali.

Selama kegiatan berlangsung, suasana terpantau tertib dan lancar. Para peserta PKBM pun menyambut positif langkah monev ini, karena merasa didengar dan dilibatkan dalam perbaikan program. Respon tersebut menjadi energi tambahan bagi jajaran Lapas untuk terus berbenah.

Ke depan, Lapas Kelas IIA Bukittinggi menegaskan akan terus menghadirkan program pembinaan yang berkualitas sebagai bagian dari proses pembentukan pribadi WBP yang lebih baik. Langkah ini diyakini menjadi kunci untuk mendukung keberhasilan reintegrasi sosial mereka saat kembali ke tengah masyarakat.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *