Lapas Bukittinggi Raih Kemenangan Gemilang dalam Perang Narkoba: Ratusan WBP dan Petugas Lolos Tes Urine Massal!

2 menit membaca
DODI AFRIANDI. S.Sn
Berita Terkini, News - 06 Apr 2026

Bukittinggi – Sebuah langkah progresif nan berani ditunjukkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bukittinggi dalam memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) Ke-62 tahun ini. Tidak sekadar seremonial, Lapas Bukittinggi justru menggebrak dengan menggelar tes urine massal berskala besar. Inisiatif ini menjadi penanda kuat komitmen mereka dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang benar-benar bersih dari cengkeraman narkotika.

Kegiatan krusial ini tak hanya menyasar para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), tetapi juga seluruh jajaran pegawai. Sebanyak 250 WBP, yang merupakan separuh dari total penghuni, turut serta dalam pemeriksaan ini. Sementara itu, 50 personel pegawai juga dengan sigap mengikuti proses yang sama, menunjukkan keseriusan dan transparansi institusi dalam menegakkan integritas.

Para peserta, baik WBP maupun pegawai, menjalani seluruh prosedur pengambilan sampel urine dengan tertib dan teratur. Setiap langkah diawasi secara ketat oleh petugas, menjamin objektivitas dan keakuratan hasil. Proses ini sengaja dirancang untuk mencerminkan keseriusan Lapas dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkotika di balik jeruji besi.

Guna memastikan validitas dan akuntabilitas, Lapas Bukittinggi tidak berjalan sendiri. Mereka menggandeng pihak eksternal yang berkompeten. Perwakilan dari Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Payakumbuh hadir langsung, memberikan pendampingan serta memvalidasi setiap tahapan pelaksanaan tes. Dukungan teknis dalam penggunaan alat deteksi narkotika terstandarisasi pun diberikan, memperkuat keabsahan hasil.

Tidak hanya BNNK, kehadiran unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI) juga menjadi sorotan. Sinergi antara Lapas, BNNK, dan TNI ini menunjukkan sebuah front persatuan yang solid. Kehadiran mereka menegaskan bahwa upaya pemberantasan narkoba bukan hanya tanggung jawab satu instansi, melainkan sebuah gerakan kolektif untuk menjaga Bukittinggi dan wilayah sekitarnya dari ancaman barang haram tersebut.

Setelah melalui proses yang cermat dan berjenjang, hasil yang ditunggu-tunggu pun tiba. Dan hasilnya sungguh membanggakan: seluruh 250 WBP yang menjalani tes urine dinyatakan negatif narkoba! Ini adalah sebuah pencapaian luar biasa yang mengindikasikan keberhasilan program pembinaan dan rehabilitasi di Lapas tersebut.

Kebanggaan tak berhenti sampai di situ. Seluruh 50 pegawai Lapas Kelas IIA Bukittinggi yang juga menjalani pemeriksaan urine juga dinyatakan bersih dari penyalahgunaan narkotika. Ini menunjukkan bahwa integritas dan komitmen jajaran petugas dalam menciptakan lingkungan kerja yang bebas narkoba telah tertanam kuat, menjadi teladan bagi seluruh WBP.

Capaian gemilang ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan nyata bahwa pembinaan di Lapas Kelas IIA Bukittinggi berjalan efektif. Ini adalah bukti konkret dari dedikasi Lapas dalam mencetak warga binaan yang siap kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik, serta menegaskan posisi mereka sebagai garda terdepan dalam upaya Indonesia bersih narkoba.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *