
BUKITTINGGI – Lapas Kelas IIA Bukittinggi menggelar deklarasi akbar “Zero HALINAR” (Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba), menegaskan komitmen bulat dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, berintegritas, dan steril dari praktik terlarang. Apel deklarasi yang sarat makna ini diselenggarakan di Aula Lapas, menjadi puncak peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 yang penuh semangat.
Suasana khidmat menyelimuti apel pagi itu, dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Bukittinggi, Bapak Nanang Rukmana. Seluruh jajaran pejabat struktural dan staf hadir, menunjukkan keseriusan kolektif mereka dalam merajut kembali marwah institusi pemasyarakatan yang kerap diuji. Ini bukan sekadar seremonial, melainkan pijakan awal untuk perubahan nyata yang berkelanjutan.
Dalam amanatnya yang berapi-api, Nanang Rukmana menekankan bahwa deklarasi Zero HALINAR adalah sebuah janji suci, bukan sekadar basa-basi. Ia menyerukan agar setiap individu di Lapas Bukittinggi menginternalisasi nilai-nilai integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab dalam setiap sendi tugas sehari-hari. Pelayanan kepada warga binaan harus dilakukan dengan penuh dedikasi, bebas dari segala bentuk distorsi.
“Zero HALINAR adalah harga mati!” tegas Kalapas dengan nada bergetar, menggema di seluruh ruangan. “Tidak ada celah, tidak ada toleransi sedikit pun terhadap kepemilikan handphone ilegal, praktik pungli yang merugikan, apalagi penyalahgunaan narkoba di dalam Lapas. Ini adalah manifestasi keseriusan kita dalam menjaga kehormatan dan tujuan luhur pemasyarakatan.”

Penegasan ini bukan tanpa alasan. Praktik-praktik tersebut telah lama menjadi momok yang menggerogoti kredibilitas lembaga pemasyarakatan. Dengan deklarasi ini, Lapas Bukittinggi menyatakan perang terbuka, menempatkan integritas sebagai tameng utama dan transparansi sebagai senjata andalan.
Sebagai simbol penguatan komitmen yang tak tergoyahkan, acara dilanjutkan dengan momen penting: penandatanganan Deklarasi Komitmen Bersama. Seluruh jajaran Lapas Kelas IIA Bukittinggi membubuhkan tanda tangan, mengukir janji dan tanggung jawab kolektif untuk menjaga benteng pemasyarakatan tetap aman, tertib, dan bersih dari tiga ancaman besar tersebut.
Momentum bersejarah ini diharapkan akan menyuntikkan semangat baru, mendorong setiap petugas untuk meningkatkan kedisiplinan diri dan integritas dalam setiap tindakan. Mereka diharapkan menjadi garda terdepan, pionir dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang benar-benar bersih, transparan, dan akuntabel di mata publik.
Peringatan HBP ke-62 ini bukan hanya perayaan, melainkan sebuah pengingat abadi. Ini adalah panggilan bagi seluruh jajaran pemasyarakatan untuk terus berbenah, beradaptasi, dan berinovasi. Komitmen ini adalah fondasi untuk memberikan pelayanan terbaik dan mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan, menjadikannya lembaga yang benar-benar mereformasi dan memberdayakan.

dirgantaraku.com | jamgadangnews.com | bukittinggi.top | redakta.xyz | sentral.cfd | bukittinggiku.my.id
Tidak ada komentar