Perkuat Kelembagaan, 10 Koperasi Sumbar Digembleng Pelatihan Intensif di Padang, Didukung Dana Pokir DPRD

2 menit membaca
DODI AFRIANDI. S.Sn
Berita Terkini, News - 17 Apr 2026

Padang — Sebanyak 55 pelaku koperasi dari berbagai sektor di Sumatera Barat mengikuti pelatihan penguatan kelembagaan koperasi yang digelar di UPPD Balai Pendidikan dan Pelatihan Koperasi Provinsi Sumatera Barat, Jl. S. Parman No. 211, Ulak Karang, Padang. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, 12–15 April 2026, dan diikuti oleh 8 koperasi yang telah terbentuk serta 2 koperasi yang masih dalam proses pengurusan.

Pelatihan ini secara khusus mengundang 10 koperasi dengan fokus usaha spesifik. Delapan koperasi yang sudah terbentuk adalah Koperasi Bajasa, Koperasi Kuliner, Koperasi Petani Kopi, Koperasi Madu, Koperasi Rumah Makan, Koperasi Souvenir, Koperasi Pengolahan Sampah, dan Koperasi Transportasi. Sementara dua koperasi yang masih dalam tahap pengurusan adalah Koperasi Petani Tebu dan Koperasi Ikan Air Tawar. Peserta yang hadir berasal dari Koperasi Bukittinggi Agam.

Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Asril, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa pelatihan ini terselenggara berkat dukungan dana pokok pikiran (pokir) miliknya. Menurut Asril, penguatan koperasi saat ini tidak bisa lagi hanya mengandalkan model koperasi serba usaha yang umum.

“Koperasi sekarang tidak semata-mata koperasi serba usaha. Namun koperasi yang berbentuk spesifik usaha. Ini yang akan lebih fokus dan kuat menghadapi pasar,” tegas Asril. Ia menambahkan, koperasi-koperasi ini akan dibekali dengan pansus atau peraturan khusus di luar AD/ART yang sudah ada di koperasi.

Pansus tersebut, lanjut Asril, harus disepakati bersama oleh pengurus dan anggota koperasi. Di dalamnya memuat Standar Operasional Prosedur (SOP) yang wajib dipatuhi, sekaligus diawasi langsung oleh pengawas dari pemerintah. Langkah ini diambil agar koperasi berjalan lebih tertib, transparan, dan akuntabel.

“Koperasi itu mudah tumbuh dan mudah pula hancur. Permasalahannya adalah kelembagaannya tidak kuat. Aturan-aturan yang mewadahi koperasi itu tidak disikapi dengan sempurna. Karena itu diadakan pelatihan koperasi, supaya koperasi tersebut menjadi koperasi yang profesional,” ujar Asril.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan dari pemerintah. Koperasi yang profesional, kata dia, harus mampu menguatkan anggotanya dan disokong penuh oleh pemerintah baik kota, kabupaten, maupun provinsi. Bentuk dukungan itu meliputi pendampingan-pendampingan, penyediaan prasarana, akses pemodalan, hingga pemasaran produk.

Asril optimistis, dengan kelembagaan yang kuat dan dukungan nyata, koperasi di Sumatera Barat mampu berkompetisi dengan perusahaan-perusahaan besar. Ia bahkan menyebut pemerintah dapat men-support mesin produksi ke koperasi untuk menunjang kerja anggota.

“Dengan bantuan mesin, harga produksi koperasi bisa menjadi lebih rendah dan mampu bersaing di pasar lokal hingga pasar internasional,” pungkasnya. Pelatihan ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan koperasi spesifik usaha yang tangguh dan mandiri di Ranah Minang.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *