Perda Industri Sumbar: Amunisi Baru UMKM Bukittinggi Gaet Pasar Global, Hentikan Monopoli Asing!

3 menit membaca
DODI AFRIANDI. S.Sn
Berita Terkini, News - 14 Mar 2026

Bukittinggi, 14 Maret 2026 – Sebuah angin segar berhembus kencang di Kota Bukittinggi hari ini, membawa harapan baru bagi ribuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sumatera Barat. Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 14 Tahun 2018 tentang Rencana Pembangunan Industri Sumatera Barat menjadi sorotan utama, menandai dimulainya era pembinaan serius untuk sektor ekonomi kerakyatan. Acara yang digelar di Gedung Balai Pertanian ini bukan sekadar seremoni, melainkan pemicu semangat untuk membawa produk lokal naik kelas.

Digawangi langsung oleh Bapak Asril, S.E., anggota Komisi III DPRD Sumatera Barat dari Fraksi Nasdem, sosialisasi ini berhasil memompa motivasi para peserta. Dengan analogi sepak bola yang jitu, Bapak Asril mengibaratkan kondisi industri yang kadang lesu sebagai “pertahanan yang lebih baik menyerang.” Pesan ini jelas: saatnya UMKM Sumbar tidak lagi bertahan, tapi agresif menggarap potensi pasar yang lebih luas.

Poin krusial dari Perda Nomor 14 Tahun 2018 adalah komitmen kuat terhadap pembinaan kelompok-kelompok usaha menengah. Ini bukan janji manis, melainkan cetak biru konkret untuk membangkitkan gairah industri dari akarnya. Fraksi Nasdem, baik di tingkat kota maupun provinsi, tak tanggung-tanggung menegaskan siap menjadi garda terdepan dalam memberikan dukungan penuh. Mereka melihat UMKM sebagai investasi masa depan yang akan diwariskan untuk anak cucu.

Dukungan yang ditawarkan pun beragam, mencakup pembimbingan usaha yang komprehensif, pendampingan dalam menyusun strategi bisnis jitu, hingga bantuan permodalan—sebuah kendala klasik yang kerap menjegal UMKM. Bapak Asril juga secara khusus mendorong terbentuknya kelompok-kelompok usaha kecil. Tujuannya jelas, agar pembinaan lebih terarah, pemberian bantuan alat produksi bisa menekan beban biaya, dan yang terpenting, produk-produk UMKM ini bisa bersaing di pasar lokal maupun internasional, melawan dominasi produk pabrikan asing yang kerap memonopoli.

Antusiasme membuncah dari para peserta, yang merupakan representasi kelompok usaha menengah dari seluruh kelurahan di Kota Bukittinggi. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata akan tingginya kebutuhan dan harapan terhadap program pembinaan semacam ini. Mereka tak sabar untuk menggali potensi dan mewujudkan impian bisnisnya.

Keberagaman sektor usaha yang hadir pun mencerminkan kekayaan potensi Bukittinggi. Dari kelompok usaha jahit kerancang yang kental dengan budaya lokal, hingga berbagai jenis usaha lain yang dipenuhi kreativitas, semuanya siap untuk diorbitkan. Ini menunjukkan betapa luasnya jangkauan perda dan potensi dampaknya yang transformatif.

Menariknya, perwakilan kelompok usaha ini datang dari tiga kecamatan di Kota Bukittinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa inisiatif ini dirancang untuk menjangkau setiap sudut wilayah, memastikan pemerataan pembangunan dan pemberdayaan ekonomi yang adil di seluruh penjuru kota. Tidak ada yang tertinggal dalam gerbong kemajuan ini.

Dengan strategi “menyerang” ala Fraksi Nasdem dan sokongan kuat Perda Industri Sumbar, para pelaku UMKM di Bukittinggi kini memiliki amunisi baru. Program pembinaan dan permodalan ini bukan hanya sekadar harapan, melainkan fondasi kokoh agar industri lokal tumbuh pesat, berkelanjutan, dan menjadi warisan berharga yang mampu berjaya di panggung global, sekaligus menjadi tameng dari serbuan produk asing. Ini saatnya UMKM Bukittinggi mengambil alih panggung!

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *