Setetes Darah, Sejuta Harapan: Lapas Bukittinggi Tebar Kepedulian Lewat Donor Darah di HBP ke-62

2 menit membaca
DODI AFRIANDI. S.Sn
Berita Terkini, News - 17 Apr 2026

Bukittinggi – Suasana berbeda terasa di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bukittinggi hari ini. Bukan hanya rutinitas pengamanan dan pembinaan, koridor Lapas berubah menjadi ruang kemanusiaan saat puluhan pegawai menyingsingkan lengan untuk mendonorkan darah. Aksi ini menjadi bagian dari peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62 yang digelar bersama Palang Merah Indonesia Kota Bukittinggi, Jumat 17 April 2026.

Kegiatan donor darah tersebut dilaksanakan langsung di lingkungan Lapas Kelas IIA Bukittinggi dan disambut antusias oleh seluruh jajaran pegawai. Bagi mereka, ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud nyata kepedulian terhadap sesama sekaligus kontribusi langsung dalam menjaga ketersediaan stok darah di wilayah Kota Bukittinggi.

Kepala Lapas Kelas IIA Bukittinggi, Nanang Rukmana, menegaskan bahwa rangkaian HBP ke-62 sengaja dirancang agar tidak hanya berfokus pada penguatan internal institusi. Menurutnya, pemasyarakatan harus hadir memberi manfaat langsung kepada masyarakat. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, solidaritas, serta kepedulian sosial kepada seluruh jajaran. Donor darah ini juga menjadi wujud nyata pengabdian Pemasyarakatan kepada masyarakat,” ujar Kalapas dalam keterangannya.

Untuk memastikan keamanan dan kelayakan, petugas dari PMI Kota Bukittinggi hadir sejak pagi melakukan pemeriksaan kesehatan awal bagi para calon pendonor. Mulai dari cek tekanan darah, kadar hemoglobin, hingga wawancara riwayat kesehatan dilakukan sesuai prosedur dan standar medis yang berlaku. Hanya pegawai yang memenuhi syarat yang diperbolehkan mendonor.

Proses donor darah berjalan tertib, aman, dan lancar di bawah pengawasan tim medis PMI dan petugas Lapas. Suasana kekeluargaan terasa kental saat para pegawai saling menyemangati, sebagian bahkan baru pertama kali mendonorkan darahnya. Semangat berbagi itu menjadi cerminan nilai pengabdian yang diusung HBP ke-62.

Pihak Lapas berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai aksi sekali waktu. Lebih dari menambah stok darah, aksi ini diharapkan memicu kesadaran pegawai dan masyarakat luas akan pentingnya donor darah secara rutin. Setetes darah yang disumbangkan hari ini bisa berarti nyawa bagi pasien yang membutuhkan di rumah sakit.

Kepala Lapas Nanang Rukmana menambahkan bahwa semangat Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62 menjadi momentum untuk memperkuat peran Lapas sebagai institusi yang humanis. Tidak hanya fokus pada pembinaan warga binaan, Lapas Kelas IIA Bukittinggi berkomitmen terus hadir melalui kegiatan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Dengan terlaksananya donor darah bersama PMI Kota Bukittinggi ini, Lapas Kelas IIA Bukittinggi menegaskan bahwa pengabdian pemasyarakatan melampaui tembok penjara. Di usia ke-62, institusi ini meneguhkan langkah: membina dari dalam, mengabdi untuk luar, dan menebar manfaat bagi sesama.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *