Senandung Persaudaraan di Balik Jeruji: Ramadhan Penuh Makna di Lapas Bukittinggi untuk Warga Binaan Malaysia

3 menit membaca
DODI AFRIANDI. S.Sn
Berita Terkini, News - 13 Mar 2026

Bukittinggi – Gemuruh kebahagiaan Ramadhan, bulan yang selalu dinanti sebagai oase berkah dan ampunan, tak pernah gagal meresap ke sanubari umat Muslim di pelosok dunia. Syiar damai dan kebaikan yang diusungnya melintasi sekat geografis, bahkan menyentuh mereka yang tengah menjalani masa pembinaan di balik jeruji besi. Di Lapas Kelas IIA Bukittinggi, aura kemurahan hati dan persaudaraan begitu kental terasa, mewarnai penghujung Ramadhan tahun ini dengan nuansa haru dan kebersamaan.

Di antara riuhnya suasana, seorang warga binaan asal Malaysia berinisial Pc (57) menjadi potret kebahagiaan itu. Meski jauh dari tanah airnya, suka cita Ramadhan tak sedikit pun pudar dari hatinya. Bukan hanya karena keberkahan bulan suci, melainkan lantaran momen spesial ini memberinya hadiah tak ternilai: kunjungan hangat dan buka puasa bersama yang sarat makna dari saudara-saudara sehati.

Acara buka puasa tersebut kian istimewa dengan kehadiran tamu-tamu terhormat. Rekan-rekan media turut hadir mengabadikan momen, ditemani seorang seniman pencipta lagu Minang yang karya-karyanya telah menancap di hati banyak orang. Beliau adalah sosok di balik lagu populer “Maulang Sayang” yang melambungkan nama penyanyi Minang, Rayola. Tak kalah menarik perhatian, Amde Apri Nasution, yang akrab disapa Aan Cowboy, juga turut serta. Ia dikenal sebagai donatur yang tak kenal lelah menyalurkan bantuan untuk berbagai kegiatan sosial.

Aan Cowboy sendiri adalah pegiat sosial yang telah lama mengabdikan diri. Berbagai organisasi sosial, termasuk LAKATAS, sering menjadi tujuan kebaikan tangannya. Tak hanya itu, bantuan rutin juga mengalir ke pesantren, kaum fakir miskin, dan secara khusus menyentuh hati anak-anak yatim piatu. Kehadiran Aan bersama rombongan bukan sekadar membawa hidangan berbuka, melainkan juga menghadirkan kehangatan yang memeluk Lapas Bukittinggi, menjadikannya tempat yang penuh arti.

Senyum tulus merekah di wajah Pc kala bersua dengan rombongan. Meskipun tak terikat hubungan darah dan berasal dari negara berbeda, jalinan persaudaraan yang telah lama terbangun membuat jarak seolah lenyap ditelan kehangatan. Momen buka puasa ini juga dimanfaatkan untuk menunaikan shalat berjamaah di mushala Lapas Kelas IIA Bukittinggi, menegaskan dimensi spiritual yang dalam dari kebersamaan mereka.

Dengan suara bergetar penuh emosi, Pc menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa merasakan kebahagiaan Ramadhan seperti ini meskipun jauh dari keluarga dan tanah air. Terima kasih kepada rekan-rekan media, seniman yang telah datang, juga kepada Aan Cowboy yang selalu mengingatkan saya bahwa saya tidak sendirian. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kalapas Bukittinggi dan seluruh jajaran yang telah memberikan fasilitas agar kami bisa bertemu, berbuka bersama, dan beribadah dengan khusyuk. Semoga berkah Ramadhan menyertai kita semua dan doa kita diterima oleh Allah SWT.”

Di sisi lain, Amde Apri Nasution atau Aan Cowboy, turut membagikan pesan inspiratif dan harapan kepada seluruh warga binaan Lapas Bukittinggi. “Bulan Ramadhan adalah waktu untuk bertobat dan memperbaiki diri. Kami datang bukan hanya untuk berbagi makanan, melainkan untuk mengingatkan bahwa masyarakat luar tidak pernah melupakan saudara-saudara di sini. ‘Saudara tak mesti sedarah’ itulah prinsip yang saya pegang teguh.”

“Hubungan yang kami jalin dengan Pc dan seluruh warga binaan di sini adalah bukti bahwa tali persaudaraan bisa terjalin melalui rasa peduli dan kasih sayang yang tulus. Semoga momen kebersamaan ini bisa menjadi energi positif bagi seluruh warga binaan untuk terus memperbaiki diri, kembali menjadi insan yang bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat. Bantuan yang kami berikan adalah bentuk kecil dari rasa peduli, dan kami akan terus berusaha membantu dalam kapasitas kami untuk mendukung proses pembinaan di sini. Semoga Allah SWT meridhoi semua usaha kita,” pungkas Amde, menyudahi pertemuan penuh hikmah ini.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *