Marajuik Asa Silaturahmi Anak Kamanakan Suku Sikumbang Batagak (Merajut Asa Silaturahmi Anak Kemanakan Suku Sikumbang Batagak)

2 menit membaca
rafika santi
Berita Terkini, Iklan, News - 20 Sep 2026

BATAGAK,trdakya.xyz- Berawal dari ikhtiar murni anak kamanakan untuak maarek-an tali persaudaraan, kaum Pangato Sikumbang Nagari Batagak mengukir sejarah baru melalui perhelatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H pada Minggu (20/9/2026).

​“Arak-arakan dan tambua dari pesantren Ainul Yakin, Jorong Sawah Liek,” ujar Angku Datuak Tumamad. Lanjut Angku Datuak Tumamad, harapannya kegiatan ini menjadi kegiatan dapat mempererat tali silaturahmi antar masyarakat dan anak kamanakan khususnya di ruang lingkup Suku Sikumbang. Karena acara ini dilaksanakan pertama kali di rumah gadang, maka diprediksi ada sekitar 300 lebih masyarakat ikut meramaikan peringatan hari Maulid Nabi Muhammad SAW. Adapun acara yang digelar dimulai pukul 09.00 hingga 18.00 WIB.

​Acara yang berlangsung dari pagi hingga sore hari tersebut berlangsung sangat meriah. Kemeriahan diawali dengan iring-iringan Tambua Tansa, parade kaum ibu-ibu nan manjujuang jamba (menjunjung dulang makanan di atas kepala), penyambutan tradisi Tari Pasambahan, serta ditutup dengan khusyuk melalui zikir bersama.

Perhelatan ini lahir dari inisiatif anak kamanakan 9 Payuang di bawah naungan Pucuk Adat A. Dt. Tumamad. Jika sebelumnya silaturahmi hanya terjalin terpisah di tiap-tiap payung, momentum ini menjadi titik awal berhimpunnya seluruh anak kamanakan dari rumah gadang suku Sikumbang di Nagari Batagak dalam satu kerapatan adat kebersamaan.

​Sutan Ardi, selaku Ketua Pelaksana sekaligus Kapalo Parik Pambangunan Kerapatan Suku Pangato Sikumbang Nagari Batagak, menyampaikan bahwa perhelatan perdana ini dirancang untuk menyusun kepengurusan adat nan inklusif dengan melibatkan perwakilan anak kamanakan dari tiap-tiap rumah gadang.

​”Iko adolah langkah awal untuak mahelo tali silaturahmi. Sasungguahnyo niat kami nak manjiti pamatang, marajuik asa anak kamanakan nan di kampuang sarato parantauan. Biar persaudaraan ko indak sakadar kenal di rupo, tapi makin dekat, kuaik maarek-an tali kekeluargaan di bawah naungan Pucuk Adat Datuak Tumamad,” ujar Ardi. (Ini adalah langkah awal untuk mengulur tali silaturahmi. Sesungguhnya niat kami ingin meniti pematang, merajut asa anak kemanakan yang di kampung serta perantauan. Agar persaudaraan ini tidak sekadar kenal di rupa, tetapi semakin dekat dan kuat mengikat tali kekeluargaan di bawah naungan Pucuk Adat Datuak Tumamad).

​Gagasan besar ini mengusung falsafah adat “Maniti pambantang, matakuik aso anak kamanakan” (Meniti pematang, menyatukan rasa anak kemanakan), dengan harapan Pangato Nagari Suku Sikumbang Batagak dapat terus duduk bersama dan bakajang diri secara berkelanjutan di masa depan

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x