
BUKITTINGGI,redaa.xyz — Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam mengawal hak-hak anak. Bertempat di Dymens Hotel pada Sabtu, 12 September 2026, instansi ini sukses menghelat kegiatan Pelatihan Pelopor dan Pelapor (2P) Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak khusus untuk meningkatkan kapasitas Tim Yayasan Minang Peduli.
Kegiatan strategis ini terlaksana berkat kolaborasi erat antara eksekutif dan legislatif melalui dukungan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) dewan. Berdasarkan surat resmi bernomor 400.2.5.1/324/DP3APPKB/IX-2026, acara ini menghadirkan para pemangku kebijakan dan tenaga ahli untuk memberikan pembekalan komprehensif kepada para peserta.
Kepala DP3APPKB Kota Bukittinggi, Susi Yanti, SKM., MM, didampingi oleh Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak, Jayatri, S.ST., hadir langsung untuk memaparkan arah kebijakan, program kerja, serta strategi konkret pemerintah daerah dalam mengoptimalkan perlindungan anak guna mewujudkan Bukittinggi sebagai Kota Layak Anak yang paripurna.

Suasana pelatihan semakin hidup saat memasuki sesi dialog interaktif. Apt. Linda Wardiyanti, S.Farm., selaku Anggota DPRD Kota Bukittinggi dari Fraksi PKS, turut hadir membersamai jalannya acara. Dalam sesi tanya jawab, seorang peserta menyampaikan aspirasi penting mengenai perlunya penyediaan ruang aman (safe space), wadah positif bagi anak dan remaja untuk menyalurkan bakat, serta perluasan akses ruang edukasi. Menanggapi masukan tersebut, Linda menyambut baik aspirasi masyarakat ini dan berkomitmen penuh untuk memperjuangkannya di tingkat legislatif agar menjadi program nyata yang menyentuh langsung kebutuhan generasi muda.
Tidak hanya dari sisi kebijakan dan regulasi, pembekalan peserta juga diperkuat dari sudut pandang psikososial dan ketahanan mental
Sesi Manajemen Stres & Ketahanan Mental (Zero Stress & Regresi Emosi) Dibawakan secara mendalam oleh psikolog Yosi Molina, M.Psi., Psikolog, materi ini berfokus pada bagaimana para pegiat sosial mengelola tekanan psikologis dan menjaga kesehatan mental agar tetap tangguh dalam mendampingi kasus-kasus anak.

Sesi Mitigasi Perilaku Sosial Ustad Dede memberikan pencerahan penting seputar penguatan karakter anak serta langkah preventif terhadap penyimpangan sosial, termasuk edukasi pencegahan isu LGBT di tengah ekosistem keluarga dan masyarakat.

Berlangsung dinamis dan interaktif dari pagi hingga selesai, pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan para agen 2P di akar rumput yang memiliki kepekaan psikologis, kepedulian sosial tinggi, serta siap menjadi garda terdepan dalam melindungi masa depan anak-anak di Kota Bukittinggi.

dirgantaraku.com | bukittinggi.top | redakta.xyz | sentral.cfd | bukittinggiku.my.id
Tidak ada komentar