Klarifikasi Pelaksana Teknis dan Pengawasan Proyek Trotoar Soekarno-Hatta Bukittinggi

2 menit membaca
rafika santi
Berita Terkini, Headline, News - 15 Sep 2026

BUKITTINGGI — Pengerjaan proyek trotoar dan saluran drainase di Jalan Soekarno-Hatta mendapat perhatian dari warga terkait metode konstruksi di lapangan. Menanggapi hal tersebut, pihak kontraktor pelaksana menyampaikan klarifikasi teknis guna memberikan informasi yang utuh dan akurat kepada publik Selasa,15/9/2026.

​Perwakilan CV Dwi Tunggal Jaya, Deni, menjelaskan bahwa pemanfaatan besi stek pada struktur konstruksi bertujuan untuk menyambungkan besi baru agar struktur bangunan menjadi lebih kokoh. Dalam bidang teknik sipil, besi stek (starter bar atau dowel) merupakan potongan besi beton yang disisakan atau dipasang menonjol dari struktur beton lama sebagai pengikat ke pengecoran beton baru agar menyatu dengan kuat.

“Pengerjaan ini sudah sesuai dengan gambar kerja, Rencana Anggaran Biaya (RAB), serta Standar Operasional Prosedur (SOP). Karena ada penambahan tinggi sekitar 40 cm, penggunaan besi stek ini menjadi bagian dari metode teknis penyambungan. Setiap hari juga ada pengawasan dari konsultan yang memonitor pekerjaan kita,” jelas Deni.

​Pelaksana Pastikan Material Sesuai Gambar Teknis
​Senada dengan Deni, Ferry selaku Manajer Teknik CV Dwi Tunggal Jaya menegaskan bahwa seluruh material besi baru yang digunakan dalam proyek ini telah disesuaikan dengan spesifikasi dan gambar teknis yang menjadi acuan pelaksanaan.

​”Kita menggunakan besi baru yang sesuai gambar,” tegas Ferry.

​Rincian Kontrak dan Nilai Proyek
​Untuk diketahui, proyek trotoar dan saluran drainase di Jalan Soekarno-Hatta ini dibiayai melalui APBD Kota Bukittinggi Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp3.900.000.145,95.

​Pekerjaan dilaksanakan oleh CV Dwi Tunggal Jaya di bawah pengawasan konsultan CV Intan Nosa Consultant. Berdasarkan dokumen pelaksanaan, masa pengerjaan proyek dengan Nomor Kontrak 23/SP/DPUPR-BKSDA/VII-2026 ini dijadwalkan berakhir pada 11 Desember 2026.

​Pihak manajemen CV Dwi Tunggal Jaya berharap keterbukaan informasi ini dapat meluruskan persepsi di tengah masyarakat, sehingga proses pembangunan fasilitas umum untuk warga Bukittinggi dapat berjalan lancar dan transparan.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x