Kiprah Spiritual di Balik Jeruji: Tarawih Khusyuk Warga Binaan Lapas Bukittinggi Memukau

2 menit membaca
DODI AFRIANDI. S.Sn
Berita Terkini, News - 28 Feb 2026

Bukittinggi – Gemuruh takbir dan lantunan ayat suci Al-Quran menggema syahdu di Masjid At-Taubah, Lapas Kelas IIA Bukittinggi. Setiap malam selama Ramadan, suasana khusyuk dan penuh ketertiban menyelimuti salat Tarawih berjemaah yang diikuti ratusan warga binaan pemasyarakatan (WBP). Sebuah pemandangan yang mengharukan sekaligus inspiratif, menunjukkan semangat kebersamaan dalam meningkatkan keimanan di balik tembok penjara.

Kegiatan spiritual yang rutin diadakan ini menjadi oase penyejuk hati bagi para WBP. Mereka berbaris rapi, meluruskan saf, dan mengikuti setiap gerakan imam dengan penuh penghayatan. Di tengah keterbatasan, ibadah ini bukan sekadar rutinitas, melainkan momen introspeksi dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, mencari kedamaian batin di bulan penuh berkah.

Petugas Lapas tak hanya sekadar mengawasi, namun juga mendampingi dan memastikan seluruh rangkaian salat Tarawih berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif. Dedikasi mereka menciptakan lingkungan yang mendukung, agar fokus ibadah para warga binaan tidak terganggu. Sinergi antara petugas dan WBP menjadi kunci suksesnya kegiatan ini.

Kepala Lapas Kelas IIA Bukittinggi, Bapak Nanang Rukmana, menegaskan bahwa pelaksanaan Tarawih ini adalah bagian integral dari program pembinaan kepribadian yang komprehensif. “Alhamdulillah, salat Tarawih di Masjid At-Taubah selalu berjalan aman dan kondusif,” ujarnya dengan nada syukur. “Ini adalah cerminan komitmen bersama, baik dari petugas maupun warga binaan, untuk menjaga ketertiban dan meningkatkan kualitas ibadah di bulan suci ini.”

Lebih lanjut, Bapak Nanang menjelaskan bahwa pembinaan keagamaan menjadi salah satu pilar utama dalam proses pemasyarakatan. Ia percaya, melalui kegiatan seperti ini, warga binaan memiliki kesempatan emas untuk merefleksikan diri, memperbaiki kesalahan, dan menata kembali hidup mereka.

Harapannya jelas: agar kelak, setelah menyelesaikan masa pidana, para WBP dapat kembali ke tengah masyarakat sebagai individu yang lebih matang, beriman, dan memberikan kontribusi positif. Pembinaan kerohanian adalah jembatan menuju perubahan yang lebih baik.

Suasana tenang dan kekhusyukan yang tercipta di Masjid At-Taubah menjadi bukti nyata bahwa semangat spiritual dapat tumbuh subur di mana saja. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat tali silaturahmi di antara warga binaan, tetapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan yang mendalam.

Diharapkan, Sholat Tarawih berjamaah ini akan terus berlangsung lancar hingga akhir Ramadan, meninggalkan jejak positif yang mendalam bagi seluruh warga binaan dan petugas yang terlibat, serta menjadi inspirasi bagi proses pemasyarakatan di seluruh Indonesia.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *