
Bukittinggi, Sumatera Barat – Nuansa Ramadhan kembali menyinari setiap sudut Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bukittinggi. Pada malam ke-17 bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Kepala Lapas, Bapak Nanang Rukmana, tak hanya hadir sebagai pimpinan, melainkan juga sebagai imam sholat Tarawih dan penceramah agama. Kehadirannya membawa suasana khidmat dan penuh hikmah bagi ratusan warga binaan dan petugas yang memadati Masjid At-Taubah.
Momen istimewa ini, yang bertepatan dengan peringatan Nuzulul Qur’an atau turunnya Kitab Suci Al-Qur’an, dimanfaatkan secara optimal sebagai ajang untuk mendalami ajaran Islam dan memperkuat fondasi spiritual. Lapas Bukittinggi sengaja merancang kegiatan keagamaan ini sebagai bagian tak terpisahkan dari program pembinaan kepribadian yang intensif, memberikan pencerahan di tengah keterbatasan ruang gerak.
Dalam ceramahnya yang menyentuh, Bapak Nanang Rukmana mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk merefleksikan diri. Ia menekankan bahwa bulan Ramadhan adalah anugerah terbesar bagi setiap Muslim untuk berbenah, membersihkan hati, dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Pesan-pesan damai dan ajakan untuk introspeksi diri ini disambut antusiasme dan kekhusyukan para jamaah.
“Ramadhan adalah kesempatan terbaik bagi kita semua untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal ibadah, dan memohon ampunan kepada Allah SWT,” ujar Nanang dengan suara tenang namun penuh makna. Beliau menambahkan, “Semoga melalui kegiatan keagamaan seperti ini, kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik, tidak hanya di dunia, tapi juga di akhirat.”

Setelah menyampaikan tausiyah, Bapak Nanang Rukmana kemudian memimpin langsung sholat Tarawih berjamaah. Suara merdunya mengalun indah mengisi setiap penjuru Masjid At-Taubah, menciptakan suasana yang tertib dan khusyuk, seolah menghapus sekat antara pimpinan dan yang dipimpin, melebur dalam satu barisan ibadah.
Dedikasi Kalapas dalam memimpin langsung ibadah ini memberikan inspirasi dan teladan bagi seluruh penghuni Lapas. Ini bukan hanya tentang memenuhi kewajiban, tetapi juga tentang memberikan bimbingan spiritual secara langsung, menunjukkan bahwa pembinaan moral dan agama menjadi prioritas utama di balik tembok penjara.
Pihak Lapas Kelas IIA Bukittinggi menegaskan bahwa kegiatan ibadah selama bulan Ramadhan ini berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif. Ini merupakan bukti nyata komitmen Lapas dalam menciptakan lingkungan yang positif, di mana warga binaan dapat terus belajar dan bertumbuh dalam aspek keagamaan, meskipun berada dalam masa pembinaan.
Harapannya, melalui serangkaian kegiatan spiritual ini, para warga binaan akan semakin termotivasi untuk melakukan perubahan positif dalam hidup mereka. Bulan Ramadhan diharapkan menjadi titik balik untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan, membekali mereka dengan nilai-nilai luhur yang akan menjadi bekal saat kembali ke masyarakat nanti.

dirgantaraku.com | jamgadangnews.com | bukittinggi.top | redakta.xyz | sentral.cfd | bukittinggiku.my.id
Tidak ada komentar