TRENDING

Musrenbang Mandek, Amrizal Sentil Keras: “Buat Apa Rembuk Kalau Hasilnya Nol?”Anggota DPRD Bukittinggi Desak SKPD Serius Tindak Lanjuti Aspirasi Warga MKS

2 menit membaca
DODI AFRIANDI. S.Sn
Berita Terkini, News - 30 Apr 2026

BUKITTINGGI – Gelombang kekecewaan terhadap mandeknya hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan kembali mengemuka. Anggota DPRD Kota Bukittinggi, Amrizal, A.Md, melontarkan kritik tajam saat Reses Masa Sidang 2025/2026 Daerah Pemilihan Mandiangin Koto Selayan, Kamis 30/4/2026.

“Untuk apa dilaksanakan Musrenbang kalau hasilnya nol?” tegas Ketua Komisi II DPRD dari Fraksi PKB itu di hadapan peserta reses yang digelar di halaman Kantor Camat MKS. Pernyataan tersebut disambut anggukan sejumlah tokoh masyarakat yang hadir.

Reses kali ini dibuka langsung oleh Camat MKS Fachrul Razi, S.E., M.M., Kp., Datuak Parpatiah. Kegiatan dalam rangka menjemput aspirasi masyarakat ini diikuti oleh 9 anggota DPRD Kota Bukittinggi Dapil MKS, sejumlah SKPD Pemerintah Kota Bukittinggi, serta tokoh masyarakat, LPM, RT, RW, dan unsur pemuda.

Dalam sambutannya, Fachrul Razi menekankan pentingnya reses sebagai jembatan komunikasi. “Dengan momen ini terjalin hubungan dua arah antara legislatif dengan masyarakat konstituennya, sehingga semua aspirasi masyarakat bisa tersampaikan untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.

Amrizal yang dikenal vokal menyoroti absennya sejumlah pejabat teknis dalam forum strategis tersebut. Ia meminta seluruh SKPD wajib hadir, minimal diwakili asisten kepala dinas. “Mengingat terkait apa yang disampaikan masyarakat bisa ditindaklanjuti dengan pas,” ucapnya. Menurutnya, kehadiran langsung SKPD membuat persoalan tidak berhenti di meja diskusi.

Politisi PKB itu menegaskan esensi reses sebagai pertemuan dua arus. “Secara normalnya tidak ada persoalan, kami ingin mendengar langsung persoalan dari masyarakat. Kami ingin ditekan agar bisa bekerja,” tuturnya. Ia menyebut Komisi II sebagai gerbang dari seluruh persoalan pembangunan dan ekonomi kerakyatan.

Amrizal juga meminta Camat MKS memfasilitasi penyampaian persoalan warga secara terstruktur kepada DPRD. “Sampaikan lah kepada kami,” tukasnya. Ia berkomitmen akan merealisasikan Pokok-Pokok Pikiran DPRD kepada masyarakat berdasarkan hasil reses tersebut.

Sorotan paling tajam diarahkan pada Musrenbang. Amrizal menegaskan Musrenbang harus direalisasikan, bukan sekadar seremonial tahunan. “Kalau hasilnya nol, buat apa dilaksanakan,” tambahnya. Ia mendesak SKPD terkait hadir dalam setiap forum penyerapan aspirasi agar bisa langsung menyampaikan ke kepala daerah.

Reses Dapil MKS ini menjadi catatan penting bagi Pemko Bukittinggi. Desakan agar perencanaan tidak mandek di atas kertas kini datang langsung dari legislatif, dengan janji mengawal aspirasi hingga terealisasi menjadi program nyata.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x