“Sore Penuh Makna: Lapas Bukittinggi Hadirkan Senyum Berbuka Puasa di Tengah Jalan Raya”

3 menit membaca
DODI AFRIANDI. S.Sn
Berita Terkini, News - 10 Mar 2026

Bukittinggi – Gemuruh kendaraan yang melintas di Jalan Raya Payakumbuh–Bukittinggi Km.08 sore itu sedikit mereda oleh pemandangan hangat di depan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bukittinggi. Bukan sekadar rutinitas, namun sebuah inisiatif mulia yang digagas Lapas Bukittinggi dalam menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 H. Pada Senin, 9 Maret 2026, tepat pukul 17.00 WIB, puluhan pegawai Lapas berjejer rapi, siap membagikan kebahagiaan kecil kepada para pengendara dan pejalan kaki yang berburu waktu untuk berbuka puasa.

Di tengah kesibukan jalan raya menjelang magrib, kegiatan pembagian takjil ini menjadi oase penyejuk. Dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Bukittinggi, Nanang Rukmana, rombongan pegawai dengan sigap menyapa masyarakat. Dengan senyum ramah, mereka menyodorkan paket-paket takjil kepada siapa saja yang melintas, menciptakan interaksi singkat namun penuh makna. Suasana kebersamaan begitu terasa, mengikis sekat antara instansi dan masyarakat.

Aneka menu takjil yang dibagikan pun bukan sembarangan. Ada kolak ubi yang manis legit, kolak pisang yang lembut di lidah, risoles gurih, serta mie goreng hangat yang sudah dipersiapkan dengan cermat oleh jajaran Lapas Bukittinggi. Setiap paket adalah representasi kepedulian, didedikasikan untuk meringankan perjalanan berbuka puasa bagi mereka yang masih di jalan. Antusiasme masyarakat tak terbendung, terpancar dari raut wajah lega dan ucapan terima kasih yang tulus.

Kepala Lapas Bukittinggi, Nanang Rukmana, menyoroti esensi di balik kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa pembagian takjil ini adalah wujud nyata kepedulian sosial dan upaya mempererat tali silaturahmi antara Lapas Bukittinggi dengan masyarakat sekitar. “Momentum bulan suci Ramadhan menjadi kesempatan emas bagi kita semua untuk saling berbagi dan menebarkan kebaikan kepada sesama,” ujarnya, “terutama kepada saudara-saudara kita yang masih berada di perjalanan menjelang waktu berbuka puasa.”

Lebih dari sekadar membagikan makanan, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat kebersamaan dan kegotongroyongan. Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, inisiatif seperti ini mengingatkan kita akan pentingnya solidaritas dan empati, khususnya di lingkungan sekitar Lapas Kelas IIA Bukittinggi. Semangat Ramadhan pun kian terasa syahdu berkat aksi nyata yang menyentuh hati ini.

Kegiatan yang berlangsung selama setengah jam, tepatnya hingga pukul 17.30 WIB, ini berjalan dengan sangat tertib, aman, dan lancar. Tidak ada kericuhan, hanya senyum dan kehangatan yang mendominasi. Hal ini menunjukkan koordinasi yang baik dari jajaran Lapas Bukittinggi serta apresiasi tinggi dari masyarakat.

Semoga semangat berbagi ini tidak berhenti di bulan Ramadhan saja, namun terus berlanjut dan menginspirasi banyak pihak. Inisiatif Lapas Bukittinggi ini menjadi contoh nyata bagaimana sebuah institusi dapat berperan aktif dalam membangun kedekatan dengan komunitas dan menyebarkan pesan kebaikan.

Akhirnya, kegiatan ini bukan hanya sekadar pembagian takjil, melainkan sebuah jembatan silaturahmi yang kokoh, mengukir kisah kebersamaan di bulan yang penuh berkah. Lapas Bukittinggi telah membuktikan bahwa berbagi adalah kunci untuk menciptakan harmoni dan kedamaian di tengah masyarakat.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *