
Bukittinggi – 26 February 2026-
Walaupun hanya untuk sesaat saja, bayangan akan sosok seorang wanita cantik selalu hadir di setiap kedipan mata, dengan rambut panjang terurai, di biarkan begitu saja jatuh di bahu diterpa angin, sungguh anugerah terindah yang di milikinya,
Sempurna.
Kulit putih bersih, hidung yang mancung serta bibir nan tipis, tinggi semampai, sungguh sempurna ciptaan Tuhan terhadap perempuan muda tersebut, hingga sang laki laki tua itu telah lupa kalau dia sudah mempunyai pasangan hidup, serta dua orang anak yang telah remaja.
Yang seakan telah melupakan sosok seorang wanita cantik yang telah menemani baik suka maupun duka , telah mereka lalui bersama, entah mengapa seketika ada rasa di dada, ada rasa ingin untuk memiliki seutuhnya, walau dia sadar , itu adalah kesalahan terbesar yang di lakukan, hanya untuk satu keinginan.
Hingga pada suatu ketika, angan dan keinginan nya pun terwujud, dan,” terjalin lah cinta terlarang, yang tak semestinya terjadi, setan pun bersorak kegirangan, mereka bertepuk tangan merayakan hari kemenangan.
Karena telah berhasil menyatukan dua insan yang sedang di mabuk asmara,
Pada suatu masa , janji untuk bertemu di suatu tempat, dimana tempat tersebut sering mereka berjumpa, dan bercengkrama, hingga janji mesra Terucap.
Udara malam kota Bukittinggi terasa dingin, angin berhembus sepoi-sepoi menembus masuk ke dalam bunga – bunga yang bermekaran, melalui ruang celah yang tersisa, cinta kedua nya semangkin membara desahan napas tak beraturan, di dinginnya malam, rembulan pun redup tiada cahaya lagi.
Hujan mangkin deras , udara bertambah dingin, pepohonan meliuk liuk di hembus angin, nun di sebuah rumah di sudut kota, seorang wanita tengah termenung sambil menghapus air mata yang menetes di pipi, merasa kan pedih nya di khianati oleh orang yang telah hidup bersama dalam suka dan duka.
Dengan langkah gontai dia tinggal kan rumah bersama kedua sang buah hati, melangkah di antara hujan deras , sederas air mata ibu dan anak , pemandangan yang sangat menyentuh hati, larut dalam luka yang dalam, luka yang akan membekas di relung hati yang terdalam, luka bak di sayat sembilu, tak berdarah, namun,” terasa pedih.
Di atas mobil yang mereka tumpangi, tak ada kata yang terucap, saling membisu dengan berbagai pikiran,ada rasa marah, ada benci, semua menjadi satu, sayup-sayup terdengar alunan lagu yang yang menyentuh perasaan.
CINTA MU TELAH BERLALU .
Penulis. Eri Piliang.

dirgantaraku.com | jamgadangnews.com | bukittinggi.top | redakta.xyz | sentral.cfd | bukittinggiku.my.id
Tidak ada komentar